KERANGKA GERAKAN
PEMBERIAN BANTUAN PERBAIKAN GIZI
BAGI PENDERITA TUBERKULOSIS (TB)
Membantu pasien TB untuk sembuh
dengan hati dan aksi
Oleh:
MINANG TB CARE
SUP RECIPIENT ‘AISYIYAH SUMATERA BARAT
FOR “COMMUNITY TB CARE INDONESIA’
1431 H/2010 M
Bantuan perbaikan gizi
bagi penderita tuberkulosis (tb)
A. Latar Belakang
Secara astatistik, Indonesia menempati posisi nomor urut 3 terbanyak di dunia setelah India dan Cina (Depkes, 2008). Sebuah prestasi yang tidak menggembirakan. Jumlah itu tidak akan pernah menurun apabila tidak dilakukan upaya penanggulangan yang sungguh-sungguh dan terus menerus. Selama itu pula bangsa Indonesia akan hidup dalam lingkungan yang selalu mengancam diri dan keluarga.
Tuberkulosis(TB) merupakan penyakit menular dari satu penderita kepada orang lain di sekitarnya. Karena sifatnya yang menular tersebut, penyakit ini dapat dikategorikan sebagai penyakit yang berbahaya. Dia menular melalui sputum (dahak) yang mengandung kuman Tuberkulosis saat seorang pasien TB bersin atau batuk disekitar orang lainnya. Kuman penyebab Tuberkulosis yang disebut Mycobacterium Tuberculosis, berpindah kepada orang lain karena terhirup ke dalam saluran pernafasan, maka terjadilah penularan.
Pemberantasan penyakit Tuberkulosis (TB) di Indonesia sudah berlansung sejak zaman penjajahan Belanda, namun hanya terbatas pada kelompok tertentu. Berbagai permasalahan besar akan muncul karena penyakit Tuberkulosis, diantaranya, timbulnya pandangan yang buruk di tengah-tengah masyarakat seperti penyakit kutukan, meninggal karena penyakit Tuberkulosis, dan merugi secara ekonomi karena kehilangan pendapatan karena tuberkulosis pada umumnya menyerang usia produktif. Besarnya permasalahan yang timbul karena Tuberkulosis mengharuskan komitmen semua pihak dan bekerja sama dalam usaha pemberantasan penyakit ini.
Keterlibatan ‘Aisyiyah dalam penanggulangan Tuberkulosis merupakan salah satu bentuk kepercayaan Global Fund sebagai penyandang dana kepada Civil Society (organisasi kemasyarakatan). Bersmaa dengan pemerintah dalam hal ini Departemen Kesehatan, ‘Aisyiyah melakukan pemberantasan penyakit Tuberkulosis dengan menggunakan Strategy DOTS (Directly Observerd Treatment Shortcourse Chemotherpy).
Di antara kebijakan dalam pemberantasan penyakit Tuberkulosis adalah pelayanan gratis, obat gratis, pelatihan bagi petugas kesehatan, tokoh masyarakt dan agama serta pelatihan bagi kader serta kegiatan penunjang untuk mempercepat kesembuhan pasien Tuberkulosais di lapangan.
Sejak Desember 2009 sampai akhir Agustus 2010 telah ditemukan pasien Tuberkulosis di daerah Kota Padang sebsnyak 60 orang dan 25 orang dari Kota Pariaman (Kota yang ditunjuk oleh Pimpinan ‘Aisyiyah). Pada umumnya mereka adalah masyarakat miskin yang sulit mendapat akses pelayanan umum. Meskipun telah diberikan pelayanan dan pengobatan gratis ternyata belum mampu mempercepat mereka untuk sembuh. Hal ini disebabkan asupan gizi sehari-hari yang dikosumsi melalui makanan sehari-hari tidak memenuhi persyaratan empat sehat gizi seimbang. Kecukupan gizi akan terpenuhi jika makanan yang mereka kosumsi cukup mengandung karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan mineral selama mereka menjalani masa pengobatan 6 bulan.
Atas dasar permasalahan di atas, Sup Recipien ‘Aisyiyah Sumatera Barat membentuk komunitas peduli TB yang diberi nama “Minang TB Care” untuk membantu kesembuhan pasien Tuberkulosis dengan usaha pemberian bantuan perbaikan gizi. Perbaikan Gizi ini dimaksudkan agar obat dan pelayanan untuk kesembuhan pasien dapat tercapai.
B. Nama Lembaga
Lembaga ini bernama “Minang TB Care” yang disingkat MTC
C. Kedudukan dan tanggungjawab
Minang TB Care (MTC) adalah suatu lembaga yang dibentuk oleh Sup Recipient (SR) ‘Aisyiyah Sumatera Barat sebagai komunitas Peduli Tuberkulosis sebagai lembaga yang menfasilittasi dalam membangun networking untuk menghimpun dan mengumpulkan bantuan dana dan natura demi kesembuhan para pasien Tuberkulosis (TB).
D. Tujuan
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat jasmani maupun rohani
E. Tugas Pokok MTC
1. Membangun Networking dengan berbagai pihak untuk terlibat dalam pemberantasan
2. Tuberkulosis (TB) di Indonesia khususnya Sumatera Barat, teristimewa kota Padang dan Pariaman.
3. Melakukan perbaikan Gizi bagi penderita Tberkulosis (TB) baik dalam bentuk
4. makanantambahan maupun dalam bentuk uang.
5. Melakukan sosialisasi kegiatan pemberian bantuan tambahan gizi pasien Tuberkulosis (TB) di media elektronik dan cetak.
6. Menerbitkan media khusus Minang TB Care (MTC)
F. Struktur Personalia
Sesuai dengan Surat Keputusan SR ‘Aisyiyah Sumatera Barat Nomor:. maka struktur personalia pengurus Minang TB Care (MTC) adalah sebagai
berikut:
Penasehat : PWA Sumbar
: KWP TB Sumbar
Penanggungjawab : SR Community TB Care PWA Sumbar
Kepengurusan
Ketua : Drs. Marhadi Effendi,M.Si
Wk.Ketua : Hidayati Fitri,S.Ag M.Hum
Sekretaris : Desi Asmaret, M.Ag
Wk. Sekretaris : M.Irsyad, S.Hi
Bendahara : Dra. Sudarti Rasul
Bidang Fund Rising (pendanaan)
Koordinator : Nasrul A, S.sos.i, MM
Anggota : Dra.Hj. Indahrefis
: Hj.Yusmawati M,BA
: Solsofat,A.Md
: Muhayatul, SE
: Fitri Yulianis,SE
Bidang Program
Koordinator : Firdaus, AN, M.Hi
Anggota : Dra. Syur’aini,M.Pd
Anggota : Murisal,S.Ag.M.Pd
Anggota : Ihda Fitria,SE
Anggota : Abdus Salam,S.Ag, M.Hum
Anggota : Ir.Yunita,M.P
Bidang Humas, Sosial dan Komunikasi
Koordinator : Musriadi Musanif, S.T.Hi
Anggota : Bakhtiar, M.Ag
Anggota : Ade Paulina, S.Sos.i
Anggota : Dra.Hj.Yarmis Syukur,M.Pd,Kons
Anggota : Delvina,S.Ag
Anggota : Deri Rizal
G. Susunan Organisasi
Susunan organisasi Minang TB Care (MTC) SR ‘Aisyiyah Sumbar terdiri dari:
1. Bidang Fund Rising (pendanaan) adalah bidang yang bertugas untuk membangun networking dalam penghimpunan dana dan natura untuk penderita Tuberkulosis dengan tugas antara lain; (a). Mendata Donatur serta menyurati mereka, (b). Mendistribusikan proposal, (3). Menindak lanjuti proposal yang telah ditetapkan, (4). Mendatangi wirid-wirid pengajian ‘Aisyiyah Muhammadiyah guna menghimpun dana atau Natura, (5) Membuat laporan hasil kerja Bidang.
2. Bidang Program adalah bidang yang bertugas untuk melakukan kegiatan MTC dibidang pelaksanaan program pemberian bantuan perbaikan gizi pasien Tuberkulosis (TB) dengan tugas antara lain; (a). Membantu sekretaris membuat proposal, (b). Mendata suspek dan pasien TB, (c). Sosialisasi lembaga MTC (d). Pengadaan dan mendistribusikan logistik bagi penderitaTB, (e). Pemberian bantuan uang (dana) kepada kader, suspek dan penderita TB, (f). Membuat ucapan terima kasih atas partisipasi (dalam bentuk apapun) kepada lembaga atau individu yang telah memberikan bantuan kepada MTC
3. Bidang Humas, Sosial, Komunikasi adalah bidang yang bertugas untuk melakukan sosialisasi pelaksanaan pemberian bantuan perbaikan gizi penderita Tuberkulosis dan pembangunan hubungan antar lembaga dan steckholder terkait dengan tugas antara lain; (a). Jumpa Pers dengan media cetak dan elektronik, (b). Mencetak liflet profil, brosur, spanduk, dan baliho MTC, (c). Mendistribusikan leaflet ke tengah-tengah masyarakat, (d). Mengisi program di media elektronik (radio dan TV), (e). Menjalin hubungan dan komunikasi antar lembaga yang terkait dengan TB (kesehatan dan sosial), (f). Menerbitkan media TB secara rutin, (g). Mengekspos setiap kegiatan yang akan dan telah dilakukan oleh lembaga MTC.
H. Kedudukan
Minang TB Care adalah lembaga pembantu Sup Recipien ‘Aisyiyah Sumatera Barat sebagai komunitas peduli Tuberkulosis yang dalam menjalankan tugasnya bertanggungjawab kepada SR ‘Aisyiyah Sumatera Barat berkedudukan ditempat SR ‘Aisyiyah Sumatera Barat Jl.S.Parman No. 129 B Ulak Karang Padang
I. Sumber Bantuan dan Donatur MTC
· Pengurus MTC
· Pengurus SR ‘Aisyiyah Sumatera Barat
· Pengurus ‘Aisyiyah Ranting, Cabang, Daerah, dan Pimpinan Wilayah Sumatera Barat
· Peserta Pengajian ‘Aisyiyah se-Sumatera Barat
· BUMN/BUMD
· Perusahan Swasta (PT,CV, UD, dll)
· Pemerintah dan yayasan
· Donatur dan pemberi bantuan lain yang tidak mengikat
J. Rencana Anggaran Biaya Pemberian Bantuan Perbaikan Gizi Penderita Tuberkulosis (TB)
Pemberian Bantuan Perbaikan Gizi Penderita Tuberkulosis (TB) dapat diberikan dalam bentuk uang dan natura seperti; Telur, gula, susu, kacang hijau, dan lain-lain. Di samping itu, program ini juga membantu biaya pemeriksaan rontgen calon penderita (suspect), bantuan tenaga labor dalam pemeriksaan sputum (dahak), bahkan bantuan penyediaan ruangan labor khusus pemeriksaan sputum (dahak) di RS ‘Aisyiyah Padang karena tidak terpenuhi dalam program SR ‘Aisyiyah Sumatera Barat dan pemerintah. Rencana Anggaran Biaya terlampir.
K. Penutup
Demikianlah rencana gerakan pemberantasan Tuberkulosis (TB) oleh Minang TB Care (TBC) dalam rangka pemberian bantuan perbaikan gizi penderita Tuberkulosis. Semoga dengan niat yang ikhlas program ini dapat mempercepat proses penyembuhan penyakit Tuberkulosis, sehingga Indonesia khususnya Sumatera Barat dan terkhusus Kota Padang dan Pariaman dapat terbebas dari kuman Tuberkulosis (TB).
Padang, 10 November 2010
Minang TB Care (MTC) Sumbar,
Drs.Marhadi Effendi,M.Si Desi Asmaret,M.Ag
Ketua Sekretaris
Tidak ada komentar:
Posting Komentar